• sefryanakhairil

Pengalaman Mengalami ISK




Sepanjang Senin dan Selasa minggu lalu saya habiskan bolak-balik ke dokter, merawat suami yang maag-nya kumat ditambah gejala typus. Tanpa diduga, Selasa sore badan saya justru ikut panas, tapi alhamdulillah berangsur turun setelah minum paracetamol.


Rabu berjalan seperti biasa. Hingga Kamis pagi, saat berbincang santai dengan sahabat di kantor, perut bawah terasa sakit. Awalnya saya cuma ngomong dalam hati, “Ah, mau BAB kali!”


Tetapi ternyata selesai BAB nyeri menjadi-jadi. Saya berjalan kembali ke ruangan sambil meraba tembok dan memutuskan untuk mengambil air hangat. Belum sampai ke dispenser, saya merintih dan terduduk di kursi. Sambil berpegangan menahan sakit, saya meminta bantuan Hendra, salah seorang rekan.


Dengan panik, Hendra memanggil teman-teman lain. Mereka memapah saya ke ruangan sebelah dan membaringkan saya di atas kasur lipat. Astri membalurkan minyak di perut dan punggung saya. Reni membuatkan teh hangat. Bu Asti menaruh botol berisi air hangat dalam botol di atas perut saya. Namun, saya tidak tahan. Berbaring, melingkar, telungkup tidak mengurangi rasa sakit.


Saya menelepon suami, memintanya datang untuk mengantar saya ke rumah sakit. Tetapi tidak mungkin juga saya ke RS naik motor dengan rasa sakit seperti itu. Beruntung teman-teman saya yang luar biasa baiknya, berinisiatif meminjam mobil kantor.


Tidak lama, mereka pun langsung membawa saya ke UGD rumah dakit terdekat dengan kantor; RSUD Mampang Prapatan. Sebelum dokter memberikan pereda nyeri, saya muntah berkali-kali. Lalu terjangan sakit ikut terasa dari lambung—yang membuat seluruh perut saya seakan bergantian menyerang.


Setelah bergulat dengan rasa sakit selama beberapa jam, akhirnya mereda. Dokter memberikan obat pereda dan infus, lantas melakukan pemeriksaan urine. Dari hasil lab, terlihat ada leukosit dan bakteri di urine yang berarti saya dinyatakan terkena... Infeksi Saluran Kemih. JRENG!


Alhamdulillah, saya bisa rawat jalan dan diperbolehkan pulang. Alhamdulillah juga, dokter memberikan obat-obat yang bagus sehingga penyembuhan bisa cepat. Saat ini saya sudah jauh lebih baik dan insya Allah sudah bisa beraktivitas lagi.


Dari kejadian ini saya belajar untuk lebih mensyukuri kesehatan. Untuk makan dan hidup lebih sehat.


Dan buat teman-teman yang peduli dan sayang sama saya, makasih ya. Semoga Allah balas kebaikan kalian semua. ❤️

13 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.