• sefryanakhairil

Honeymoon Trip To Belitung - Part 2

Masih di hari pertama di Belitung. Saya sengaja membagi hari pertama perjalanan saya dan suami menjadi dua bagian, karena tempat-tempat yang kami kunjungi cukup banyak. Kami bersyukur mendapatkan guide yang asyik diajak ngobrol dan nggak neko-neko.


Destinasi berikutnya membuat saya hampir memekik girang: pantai!


Sudah beberapa bulan ini saya begitu kangen berada di pantai. Ya, saya dan suami adalah penggemar pantai, tapi tidak menutup kemungkinan kami akan mencoba untuk mendaki gunung. Banyak tempat yang ingin kami jelajahi di bumi Indonesia ini.


Setelah perjalanan yang cukup panjang dari Belitung Timur, sampailah kami di Pantai Tanjung Tinggi atau Pantai Laskar Pelangi. Deru ombak sudah terdengar di kejauhan ketika saya menjejaki kaki di tanah berpasir. Deretan penjual makanan dan batu satam–batu khas Belitung–terlihat di pintu masuk.


Jangan lupa menggunakan sunblock Wardah SPF 50 agar kulit terlindungi dari paparan cahaya matahari. Baru deh, main air!




Puas bermain air di Pantai Tanjung Tinggi, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Jimbaran.


Sekilas, pantai ini memang terdengar seperti pantai yang ada di Bali ya? Tapi sepertinya pemerintah Belitung memang ingin mengembangkan destinasi wisata ini seperti Jimbaran Bali, karena sekitar area ini sengaja dibangun bernuansa Bali.


Sebenarnya Pantai Jimbaran ini terkenal dengan permainan wabbit, tapi sayangnya permainan itu tutup karena ada angin barat. Kalau buka, pasti saya dan suami sudah langsung ikut main-main air di sana. Tampaknya seru bisa berenang di waterpark yang ada di laut!


Tapi kekecewaan kami terbayar dengan keindahan pantai Jimbaran ini, yang tidak kalah dengan indahnya Jimbaran Bali.



Perjalanan pun dilanjutkan ke Pantai Tanjung Pendam untuk mengejar matahari terbenam. Menurut Mas Sapta, Pantai Tanjung Pendam ini seperti kawasan Ancol di Jakarta.


Pantai Tanjung Pendam ini adalah kawasan anak muda Belitung. Mereka bisa menghabiskan malam di pinggir pantai di bawah cahaya lampu remang-remang–karena pantai lain tidak ada penerangan seperti di sini. Selain itu, mereka juga bisa mendengarkan lagu-lagu live di kafe-kafe sambil menikmati secangkir kopi hangat.


Sore itu, sayangnya kami tidak berhasil mengejar matahari tenggelam karena cuaca berawan dan gerimis. Tapi kami kebagian sinar indahnya.


Perjalanan pun dilanjutkan ke Pantai Tanjung Pendam untuk mengejar matahari terbenam. Menurut Mas Sapta, Pantai Tanjung Pendam ini seperti kawasan Ancol di Jakarta.


Pantai Tanjung Pendam ini adalah kawasan anak muda Belitung. Mereka bisa menghabiskan malam di pinggir pantai di bawah cahaya lampu remang-remang–karena pantai lain tidak ada penerangan seperti di sini. Selain itu, mereka juga bisa mendengarkan lagu-lagu live di kafe-kafe sambil menikmati secangkir kopi hangat.


Sore itu, sayangnya kami tidak berhasil mengejar matahari tenggelam karena cuaca berawan dan gerimis. Tapi kami kebagian sinar indahnya.



Perjalanan di hari pertama benar-benar menyenangkan. Tidak sabar rasanya menunggu hari berganti untuk bisa menikmati keindahan alam bawah laut Belitung!


7 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.