• sefryanakhairil

Got Married!

Setahuku, hari ini cerah dan hangat, namun entah mengapa sekujur tubuhku beku, seolah dinginnya lantai yang kupijak tanpa alas merasuk ke pembuluh darah, syaraf, dan tulang-tulangku. Di sisi kanan dan kiriku, Mama Is dan Tante Nur memegang kedua lenganku, memasuki masjid, tempat ijab dan kabul akan dilaksanakan.


Puluhan pasang mata menatapku, begitu aku memijakkan kaki di atas karpet lembut Masjid At Taqwa. Kebaya putih dan kain sido mukti yang melilitku seakan menakan napasku. Aku sungguh tidak berani bernapas.


Kamu di sana, mencuri pandang ke arahku dengan seulas senyum tenang. Matamu memancarkan keyakinan dan kemantapan. Berbeda denganku yang merasa khawatir. Ah, kamu pasti tahu aku orang yang pengkhawatir.


Dibantu oleh dua tante yang menggiringku, aku duduk di sampingmu. Aroma parfummu sangat kukenal, kini bercampur dengan wangi melati yang melingkari lehermu berbalut beskap putih.


Diam-diam kamu menggenggam tanganku. Setidaknya hal itu membuatku lebih tenang, karena aku tahu aku akan menikahi orang yang sama, yang membuatku jatuh pada cinta. Selebihnya aku akan baik-baik saja.



Dari ekor mataku, kulihat wajahmu tampak serius mendengarkan nasehat pernikahan dari penghulu. Napasku tertahan ketika kamu berjabat tangan dengan Papa, lantas dalam satu tarikan napas kamu melafalkan kabul atas ijab yang diucapkan Papa.


“Bagaimana, sah?” tanya penghulu.


“Sah.” Serentak keluarga dan sahabat yang menyaksikan menyahuti.


Aku menghela napas lega. Inilah momen terindah dalam hidupku, ketika malaikat dan Allah menyaksikan kita berikrar saling mencintai dan saling menjaga seumur hidup kita.


Semoga Allah menurunkan rahmat dan berkah-Nya dalam rumah tangga kita dan semoga cinta kita terjaga sehidup sesurga*.


Hai, suamiku, aku sayang kamu!



*meminjam istilah Fahd Pahdephie


2 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.