• sefryanakhairil

Good Relationship

Updated: Mar 15, 2019



Suatu sore saya berbincang dengan teman sekubikel, Mbak Evy . Obrolan santai, seperti biasa. Kali itu, salah satu pembahasan kami adalah, “kenapa pasangan berpisah?”.

Banyak kemungkinan yang kami bahas. Mulai dari orang ketiga—tapi orang ketiga pun banyak pemicu dan jenis hubungannya, bukan hanya kontak fisik, kurang menghargai pasangan—sampai salah satu pasangan mengatakan, “usaha aku ternyata nggak pernah cukup buat kamu.”, dan bahkan hal-hal kecil yang menggangguk satu sama lain. Justru kebiasaan kecil yang kalau ditumpuk akan berujung kurang baik.

Karena pembahasan ini, saya jadi ingat awal-awal menikah juga pernah mengalami hal-hal kecik yang menjadi sumber pertengkaran. Misalnya saja, soal menutup pintu kamar. Saya sedari kecil selalu diajarkan kalau keluar kamar untuk langsung menutup pintu, sedangkan suami selalu kelupaan.

Kasus lain, saya kebiasaan meletakkan handuk di sembarang tempat usai mandi. Hal ini bikin suami ngomel, tapi sambil menggantung handuk di tempatnya. Sering sekali begitu.

Setelah pernikahan berjalan setahun lebih, kami pelan-pelan belajar, kalau hal seperti itu tidak penting lagi. Saya dan suami saling menghargai usaha untuk menjadi lebih baik. 

Pada intinya, kami memperbaiki komunikasi. Kami lebih terbuka, apa sih yang sebenarnya kami inginkan dari pasangan. Dan, juga berusaha tidak ada yang ditutupi. Dengan semua ini diharapkan masalah jadi tidak menumpuk dan pemicu perpisahan.


5 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.