• sefryanakhairil

Kebetulan yang Wajar



“Kak Sefry, gimana sih caranya buat kebetulan dalam novel kelihatan wajar?”

Ini salah satu pertanyaan yang saya terima. Dalam kehidupan banyak kebetulan. Banyak juga hal-hal dramatis, tapi terkadang pembaca bertanya-tanya, “emang bisa?” Misalnya saja kebetulan dua orang bertabrakan, saling marah-marah, tapi tau-tau ketemu lagi dan saling jatuh cinta.

Kebetulan itu tentu saja disesuaikan dengan alur dan logika, tidak tiba-tiba saja terjadi. Pikirkan kemungkinannya.

Boleh aja kok kita beranggapan kalau cerita fiksi itu suka-suka imajinasi penulisnya. Tapi harus logis juga. Kenapa? Karena cerita fiksi tanpa bangunan logika yang kuat akan kurang terasa nyata. Pembaca menikmati cerita karena merasa 'dekat' dengan konflik serta tokoh-tokohnya. Dan percaya atau tidak, menulis fiksi akan melatih kalian berpikir.

Bagaimana sih cerita yang terasa tidak logis? 1. Penokohanya plin-plan. Misalnya, di awal adalah orang yg penyabar adn tenang, lalu tiba-tiba di pertengahan cerita berubah jadi pemarah. 2. Konfliknya lemah. Misalnya, konflik mudah diselesaikan, lalu datang tokoh baru yang entah dari mana untuk membuat konflik baru. 3. Latar cerita tidak meyakinkan. Misalnya, kamu menulis cerita berlatar Seoul, tapi kok terasa di Jakarta atau Bandung. Tentu pembaca tidak akan bisa menikmati 'Seoul' yang kamu ingin hadirkan.

Karena itu ada beberapa aspek yang harus diperhatikan logikanya.

1. Logika dari segi pengetahuan di bidang tertentu.

Kalau kamu ingin menulis tentang seorang pilot, tentu saja kamu harus mengetahui tentang dunia penerbangan.

2. Logika dari segi psikologis.

Misalnya kamu ingin menulis tentang remaja umur 17 tahun, kamu harus mendalami psikologi remaja di usia itu.

3. Logika dari segi konsistensi.

Misalnya tokoh A sangat menyukai makan burger, tapi di tengah disebutkan dia suka makan bubur ayam. Atau ada tokoh yang di awal disebut penyabar, di tengah cerita menjadi pemarah.

4. Logika dari segi setting.

Misalnya kamu ingin menjadikan London sebagai latar cerita, maka kamu harus tahu budaya dan lingkungan di sana.

5. Logika dari segi kausalitas.

Coba perhatikan hubungan sebab-akibat dari setiap adegan. Jangan sampai terasa mendadak.

Kebetulan dalam cerita bisa saja terjadi, tapi perhatikan juga adegan sebelumnya dan seberapa besar toleransi kebetulan itu bisa terjadi. Juga pikirkan efek kebetulan tersebut ke plot, apakah bisa membuat cerita lebih buruk atau justru memperkuat konflik.

Begitulah kira-kira tentang kebetulan logika cerita. Selamat bermain logika dan selamat menulis!

#writingtips #readandwrite

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.