• sefryanakhairil

Rumah Tangga: Sebuah Kisah Tentang Cinta yang Sederhana


Bagaimana rasanya bila orang yang paling kau cintai berjalan ke arahmu, dengan pakaian dan riasan terbaiknya, menggenapkan langkah-langkah kecilnya untuk berjanji sehidup semati menemanimu dalam sedih dan bahagia-untuk selama-lamanya?

Begitulah yang ditulis Fahd Pahdepie kepada sang istri tercinta, Rizqa dalam buku terbarunya yang berjudul Rumah Tangga.


Memutuskan menikah dengan seseorang bukanlah hal mudah. Banyak pertimbangan, banyak pemikiran, banyak pula bayangan-bayangan seperti apa masa depan. Apakah saya tidak akan menyesal? Apakah seseorang ini memang benar-benar orang yang tepat? Apakah semua akan baik-baik saja?

Menjalani rumah tangga pun sama tidak mudahnya. Ada berbagai hal yang berubah. Ada dua kepala yang harus menyatukan arah. Tetapi, satu hal terpenting adalah bagaimana bertahan dan terus jatuh cinta dengan orang yang sama, setiap hari, berkali-kali.

Fahd Pahdepie menuliskan perjalanan rumah tangganya dalam buku ini. Tentang sebuah cinta yang sederhana.

Lima tahun adalah waktu yang singkat, sekaligus panjang tergantung dari mana dan bagaimana kita melihatnya. Waktu memang selalu begitu, sayangku, relatif sekaligus ambigu. Namun, aku akan menggunakan cara pandang lain, bukan dengan waktu-mati, tetapi dengan waktu-hidup: lima tahun hidup bersamamu adalah lima tahun terbaik dalam hidupku...

Di awal buku, Fahd menyambut pembaca dengan sebuah pembicaraan antara Fahd dan sang istri tercinta, Rizqa Abidin, lewat surat. Sebuah penuturan isi hati bagaimana keduanya memiliki cinta yang besar. Sebuah perjuangan untuk mewujudkan mimpi mereka. Semua dituliskan dengan manis dan puitis.

Hidup memang tidaklah seindah apa yang ditampilkan seseorang di instagram, facebook, ataupun twitter. Begitu pun sebuah hubungan, tidak ada yang sempurna. Karena standar sempurna setiap orang berbeda-beda, begitu yang dikatakan Fahd.

Jangan membayangkan buku ini adalah sebuah buku bimbingan berumah tangga. Sama sekali bukan. Buku ini adalah sebuah surat cinta. Ya, surat cinta seorang Fahd Pahdepie kepada orang-orang yang dicintainya.

Di dalamnya, Fahd sebagai seorang anak, suami, dan ayah memberikan pandangannya tersendiri, inilah yang menarik. Tidak banyak pria yang bisa bercerita dengan begitu jujur tentang kehidupannya, kekagumannya, dan rasa sayangnya seperti yang dituliskan Fahd dalam buku ini.


Buku ini menyajikan banyak kisah cinta. Bukan hanya kisah cinta suami dan istri, tetapi cinta seorang anak kepada ayah dan ibunya, cinta seorang ayah kepada anak-anaknya, cinta seorang kakak kepada adik dan calon adik iparnya, dan cinta seorang hamba kepada Tuhannya.

Ketika menginginkan sesuatu dari pasangan, kita seringkali menuntut. Namun, Fahd memberikan solusi dengan berbagi peran, dengan begitu pasangan bisa berbagi solusi. Ada satu hal penting dalam suatu hubungan, saling menghargai.

Inilah roller coster sesungguhnya. Kadang, kita harus berteriak kencang ketakutan, kadang harus bahagia melepas segala beban. Di atas semua ketakutan itu, kita tahu, semua kan baik-baik saja.

Buku ini dihadirkan dengan begitu hangat sehingga membuat pembacanya terhanyut dan terharu menikmati setiap lembarnya. Dan lewat buku ini pula Fahd mengajak pembaca membuka mata bahwa apa yang terjadi setelah ijab kabul tidaklah seindah yang ditampilkan di layar kaca. Banyak hal yang harus dilewati. Banyak hal yang harus dimengerti. Namun, saya percaya sepelik dan sesulit apa pun semua akan baik-baik saja.

Ah, cinta memang sederhana. Sesederhana memberi, menerima, dan keinginan besar untuk berjuang bersama.


19 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.