• sefryanakhairil

Anyone But You

Updated: Oct 10, 2019




Hari itu sebenarnya sama dengan hari-hari biasanya.

Ya, sebenarnya begitu. Tapi dia membuat hari itu berbeda.

Tepat ketika dia menggenggam tanganku dengan seulas senyum merekah di bibirnya. Senyum yang selalu aku suka. Kemudian dia memberikan helm dan aku naik ke boncengan motor.

“Kita ke mana hari ini?” tanyanya setelah menyalakan mesin motor.

“Nggak tau.” jawabku di balik bahunya.

“Kita jalan dulu kali ya, ntar juga dapet ide.”

“He-em.” Aku melingkarkan lenganku di pinggangnya.

***

Hari itu sebenarnya sama dengan hari-hari biasanya. Ya, sebenarnya begitu.

Tapi dia membuat hari itu berbeda.

Setelah hampir satu jam perjalanan, belum juga ada tujuan yang jelas. Motor berhenti di lampu merah perempatan Senen, Matraman, Pramuka, dan Manggarai.

“Jadi, kita ke mana?” tanyanya di antara deru mesin kendaraan.

“Makan steak yang waktu itu yuk!”

“Kamu tahu jalannya dari sini?”

Aku melihat sekitar. “Agak lupa sih.” Aku nyengir.

“Yeee! Terus gimana dong?”

“Udah jalan aja.” kataku saat lampu berubah hijau.

Dia meremas tanganku sesaat sebelum menjalankan motornya.

Ke mana pun, asal bersamamu, aku mau.

***

#flashfiction #readandwrite

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.