• sefryanakhairil

Kisah Semangat Fataya


Apa yang kamu perlukan untuk mewujudkan sebuah impian?

Mungkin jawaban saya waktu itu adalah keajaiban. Tapi apa yang saya alami ini bukan bentuk keajaiban, melainkan bentuk semangat. Ya, semangat yang menjadikan seorang Fataya Azzahra bisa mewujudkan mimpinya menjadi penulis.


Saya mengenal Taya (panggilan Fataya) sekitar satu atau dua tahun lalu. Kami pernah diampu oleh dosen yang sama, Pak Ucen, yang merekomendasikannya mewawancarai saya untuk tugas sastra populer (atau penulisan kreatif—saya lupa).

Dan ternyata Taya punya keinginan besar untuk menjadi seorang penulis. Karena itu saya menyuruh Taya mengirimkan naskah novelnya agar bisa saya baca. Dari situ saya berharap bisa membantu Taya mengarahkannya menulis tulisan sesuai passion-nya.

Saya tidak berbohong kalau bilang, Taya memang sudah mempunyai bakat menulis. Kalimat-kalimat yang disusunnya bukanlah kalimat yang membuat saya mengerutkan kening, melainkan kalimat yang membuat saya menikmati tulisannya dari awal sampai akhir. Ini bukti kalau Taya memang suka membaca—ini bekal bagus sebagai seorang penulis.

Akhir 2013, saya membuka kelas menulis bersama Robin Wijaya, Armaya Junior dan Fidriwida. Fataya ikut serta dalam kelas ini. Ia memang mempunyai ide lain yang ingin ditulis, tetapi mimpi dia pertama adalah mewujudkan naskah yang sudah selesai menjadi sebuah buku. Itu dibuktikannya.

"Kak, novelku akan diterbitkan. Kakak mau menjadi pembicara pada launching-nya?"

Begitu kira-kira bunyi pesan yang dikirimkan Taya kepada saya. Seketika saya terharu dan ikut senang. Setidaknya, apa yang saya berikan sedikit-banyak kepada Taya mampu membuat mimpinya menjadi nyata. Saya tidak perlu berpikir berulang kali untuk menjawab 'ya'.

Semoga dari mimpi kecil yang terwujud, Taya akan terus mewujudkan mimpi-mimpinya yang lain dan menginspirasi semakin banyak orang.

Sefryana Khairil

#journal

3 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.