• sefryanakhairil

Mengirim Naskah ke Penerbit

Updated: Oct 10, 2019




Bagaimana kriteria naskah yang menarik perhatian penerbit?

Tahu jenis buku yang diterbitkan oleh penerbit tersebut.

Saya menyarankan untuk melihat buku-buku terbitan penerbit yang dituju, tidak asal kirim. Misalnya, kalian ingin mengirimkan karya ke Lingkar Pena Publishing, kalian bisa baca novel karya Ifa Avianty atau Asma Nadia. Kalau ingin mengirimkan ke Gramedia Pustaka Utama, kalian baca novel karya Primadonna Angela atau Ilana Tan. Kalau kalian mengirimkan tanpa tahu jenis buku yang dicari penerbit tersebut, sama saja bohong, kan?

Self-editing dan HINDARI BAHASA ALAY

"Ah, nulis ya nulis aja, nanti kan ada editor!"

Ucapan ini sangat-sangat salah! Sebagai penulis juga harus mengerti EYD dan tata bahasa Indonesia, karena tugas editor adalah memperindah tulisan yang sempurna. Misalnya terjadi redudansi (berlebihan) dalam sebuah kalimat, logika cerita lepas, atau penggunaan tanda baca tidak sesuai. Memang setelah editor selesai ada korektor (beberapa penerbit menyebutnya proofreader) yang memeriksa aksara seperti typo atau salah ketik, tapi penulis juga harus mengerti bagaimana berbahasa dalam menulis.

Baca ulang naskahmu, jadilah kejam untuk membuang adegan atau dialog yang tidak perlu. Revisi dan perbaiki naskahmu jika merasa masih ada yang kurang. Semakin dipoles, semakin bagus nantinya—sesuai porsi ya, dalam arti, kamu tidak menambahkan hal yang tidak perlu berlebihan.

Kedua, hindari bahasa alay dalam menulis novel atau cerpen. Coba baca pesan ini:

"Kk leH knLaN 9ak 4q gdiS eeAnk’ sk nuLis kk m0 bC tLis4nq 9k„.."

Bisa bayangkan membaca novel yang dari halaman awal sampai akhir menggunakan bahasa seperti ini? Kalau saya jadi editor yang menerima naskah tersebut, bisa dipastikan saya pingsan sebelum halaman kelima. :p

Pastikan 10 halaman awal menarik

Tahukah kamu 10 halaman awal ini yang menentukan apakah pembaca akan membaca habis novelmu? Coba baca kembali novel kesukaanmu, lihat 10 halaman awal, apa yang ditulis. Banyak membaca dan banyak latihan pasti akan menemukan cara memikat pembaca—bahkan, dari halaman awal.

Bagaimana format naskah yang baik?

Format naskah Times New Roman, font size biasa 12, dengan spasi 1.5, dicetak dan dijilid rapi.

Tapi setiap penerbit ada ketentuan sendiri. Coba buka website-nya, biasanya dicantumkan syarat pengajuan naskah.

Apa yang harus disertakan bersama naskah?

Sinopsis lengkap. Dalam sinopsis ini kamu HARUS menceritakan detail cerita. Tidak boleh ada yang ditutupi, karena editor harus tahu kerangka ceritamu. Panjang sinopsis tidak lebih dari satu halaman.

Data diri. Ya, data diri kamu. Nama, alamat, nomor telepon, email.

Boleh mengirim naskah lewat email?

Sebaiknya lewat pos (yang sudah di-print) saja, karena membaca begitu banyak naskah di layar komputer melelahkan. Untuk hal ini bisa kamu baca juga di website penerbit, apakah mereka menerima naskah via email.

Boleh mengirim satu naskah ke banyak penerbit?

Saya sarankan jangan. Bisa dibayangkan jika ada dua penerbit yang menerima naskahmu untuk diterbitkan? Ingat, ketika naskah masuk ke meja redaksi, mereka sudah membaca dan merapatkannya lho agar terbit. Tapi, ini saran saya saja kok. :)

Berapa lama respon dari penerbit?

Sekitar 3 sampai 6 bulan. Ada beberapa penerbit yang mengabari dalam 2 minggu hingga sebulan. Tergantung kebijakan penerbit.

Seberapa sering kita boleh menanyakan naskah?

Mengingat setiap bulannya (atau bahkan setiap harinya) mereka menerima puluhan naskah, jangan terlalu sering mengontak mereka. Mereka butuh waktu untuk membaca dan mempelajari. Jika tiga bulan tidak ada kabar, kamu boleh telepon penerbit untuk menanyakan naskah.

Ada tips khusus untuk menembus penerbit? Atau ada akses ke penerbit?

Tips khusus? Akses? Tidak ada. Kalau naskahmu cocok dan layak terbit, pasti terbit. Dongeng Semusim mengalami 5 kali re-writing, bisa bayangkan? Tapi, itulah usaha saya membuat naskah bisa terbit, bukan tips khusus atau akses ke seseorang di penerbit.

Bagaimana memilih penerbit yang baik?

Saya setuju dengan perkataan Mbak Okke Sepatu Merah kalau memilih penerbit yang baik sama dengan memilih pacar. Kita berekanan dengan mereka, karena itu harus ada saling percaya. Kalau kita sudah tidak percaya dengan pacar kita bagaimana hubungan berjalan baik, kan?

Dari tahun 2005, saya telah berekanan dengan empat penerbit. Dari pengalaman saya, penerbit yang baik adalah:

** Tidak meminta bayaran untuk menerbitkan naskah, apalagi dalam nominal besar.

** Tidak memaksa menandatangani kontrak.

** Transparansi dalam informasi mengenai promosi, distribusi dan penjualan.

** Kooperatif dengan penulis dalam segi editing, pembuatan kover, dan layout.

** Tidak menunda pembayaran royalti.

** Kontrak yang jelas antara penerbit dan penulis.

#writingtips

10 views

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.