• sefryanakhairil

Menjadi Penulis



"Bagaimana caranya menjadi penulis?"

Pertanyaan itu banyak masuk ke inbox

email saya. Sebenarnya, saya bisa saja menjawab, ya tinggal tulis apa yang mau ditulis, tetapi pastinya itu tidak akan membantu. Karena itu, saya memutuskan untuk memberikan beberapa kiat-kiat yang semoga bisa membantu.

PERTAMA, untuk menjadi seorang penulis, kamu membutuhkan komitmen pada dirimu sendiri. Kamu ingin menjadi penulis dan ingin menyelesaikan tulisanmu.

The writing life is essentially one of solitary confinement – if you can't deal with this you needn't apply. (Will Self)

KEDUA, banyak MEMBACA. Buat saya, ini mutlak! Lahap berbagai macam buku dan temukan genre seperti apa atau gaya bagaimana yang kamu sukai. Waktu kecil, saya sangat menyukai dongeng Timun Mas, sampai sekarang penasaran sama raksasa di cerita itu. Beranjak remaja dan dewasa, saya banyak membaca buku maupun cerpen romance hingga jatuh cinta dengan Nicholas Sparks dengan A Walk to Remember dan The Wedding. Untuk penulis dalam negeri, saya masih setia menyukai karya Kurnia Effendi dan Asma Nadia.

Read widely. Every now and then, make yourself try something different from your usual preferences. It broadens your mind, shows you a variety of writing techniques, and brings freshness to your own work. Have you ever been pleasantly surprised by something you didn’t expect to like? I felt that way about David Foster Wallace’s work. (Lisa Kleypas)

KETIGA, jangan lupa MEMBAWA CATATAN. Sepupu dan teman baik saya selalu bertanya, “Ri, lo bawa apa aja sih? Tas lo kayaknya berat banget!” Saya akan menjawab pertanyaan itu dengan senyum–biar mereka tahu sendiri. Kalau sedang berada di mal dan melihat tingakh laku seseorang yang menarik, saya akan membuka catatan, lalu menulisnya. Jadi, tulis apa yang mampir di pikiranmu, jangan sampai berlalu begitu saja. Ingat, Dear, inspirasi terkadang datang tiba-tiba.

Always carry a note-book. And I mean always. The short-term memory only retains information for three minutes; unless it is committed to paper you can lose an idea for ever. (Will Self)

KEEMPAT, PANTANG MENYERAH! Jangan menangis berhari-hari tanpa henti kalau naskahmu ditolak. Saya juga pernah merasakannya. Karyamu ditolak bukan karena karyamu jelek, Dear. Mungkin ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit. Coba kirim ke penerbit lain dan terus berusaha, ya.

Remember: when people tell you something's wrong or doesn't work for them, they are almost always right. When they tell you exactly what they think is wrong and how to fix it, they are almost always wrong.(Neil Gaiman)

KELIMA, coba tanyakan pendapat keluarga/teman dekat/penulis yang dikenal mengenai ceritamu. Kamu bisa bergabung dengan komunitas penulis online.

Listen to the criticisms and preferences of your trusted 'first readers. (Rose Tremain)

KEENAM, bersahabat dengan writer’s block. Coba dengarkan musik yang inspirasional atau pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Saya selalu menghabiskan waktu nonton tumpukan DVD saat jenuh. Dari sana, saya mendapatkan ide baru. Bahkan, terkadang, saya mendapatkan ide penulisan novel yang lain.

The main rule of writing is that if you do it with enough assurance and confidence, you're allowed to do whatever you like. (That may be a rule for life as well as for writing. But it's definitely true for writing.) So write your story as it needs to be written. Write it honestly, and tell it as best you can. I'm not sure that there are any other rules. Not ones that matter. (Neil Gaiman)

KETUJUH, mulailah menulis. Sekarang.

Shut up and get on with it. (Hellen Simpson)

Sefryana Khairil

#writingtips

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.