BIOGRAFI

Sefryana Khairil Bariah, yang dikenal dengan nama pena Sefryana Khairil, merupakan seorang penulis, pekerja TV, dan penerjemah.

 

Sefry lahir di Jakarta, 29 September 1988, anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Muhammad Yasin Ayub dan Nurhayati. Adiknya, Muhammad Novaldi Akbar, juga bergelut dalam bidang seni kreatif, sebagai fotografer dan desainer grafis.

 

Sempat bersekolah di SD Barunawati 2, Jakarta Barat, Sefry mengikuti orangtuanya pindah ke SDN Pondok Kelapa 10 Pagi, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 252 Jakarta Timur dan SMA Islam Panglima Besar Soedirman Bekasi Selatan. Setelah lulus SMA pada 2006, Sefry melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Jakarta, tempatnya meraih gelar Sarjana Sastra dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pada 1 Oktober 2016, Sefry menikah dengan Luki Nurhakim, seorang export-import specialist. Kini Sefry tinggal bersama suaminya di Jakarta.

__

Sefry suka menulis sejak kecil. Cerita pendek pertamanya, Setia, dimuat di Tabloid Keren Beken pada 2001. Di sanalah karir menulisnya dimulai. Ia menjadi penulis freelance untuk beberapa majalah dan tabloid. 

"Saya tidak pernah bermimpi menjadi penulis, hingga menulis mengubah hidup saya."

Sefry menerbitkan novel pertamanya, YOU, ketika ia berusia 15 tahun. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan sebagai Penulis Terbaik dalam Lomba Menulis Cipta Karya Anak Bangsa

 

Pada novel keenamnya, Dongeng Semusim, Sefry ingin menulis sesuatu yang berbeda. Ia ingin menulis untuk pembaca dewasa dan tantangan ini membuatnya melihat dunia dewasa dari sudut pandang berbeda. Usahanya tidak sia-sia dan sukses menjadikan Dongeng Semusim menjadi Most Wanted Book di Majalah Chic dan menjadi Book of the Month Februari 2010 untuk Majalah Cleo Indonesia.

 

Pada 2010, Sefry menulis novel adaptasi dari film Ari Sihasale (Alenia Pictures), Tanah Air Beta. Ia memutuskan untuk menulisnya karena cerita itu begitu menyentuh. Bukan hanya karena ia menulis di luar roman dari Tanah Air Beta, tapi juga belajar untuk lebih mengenal orang-orang dan sekitar.

"Sebagai penulis, kita harus mencoba menulis apa pun."

 

Pada 2011, Dongeng Semusim, Rindu, Coming Home, dan Tanah Air Beta dipamerkan di Bern, Swiss, dalam rangka pameran karya anak bangsa Indonesia atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Swiss. Dan,  Coming Home menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2011.

 

Pada 2012, Sefry menjadi salah satu juri dalam Qatar Writing Competition yang diadakan oleh KBRI Qatar, Tentang Qatar, Qatar Menulis, dan Bank Mandiri. Dan di akhir 2012, Beautiful Mistake menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2012.

Pada 2015, Almost is Never Enough menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2015.

__

Sefry bergabung bersama TransVision (anggota CT Corp/Transmedia, sister company dari Trans TV dan Trans7) pada 2014 sebagai penerjemah. Dia menerjemahkan sinopsis dan subtitle program TV. 

 

Di samping menulis dan menerjemahkan, memasak, memotret, membaca, mendengarkan musik, nonton tumpukan DVD jadul, dan jalan-jalan adalah aktivitas favorit Sefry di waktu senggangnya.

 

© 2007-2019 by Sefryana Khairil. All rights reserved.